Pasangan guru asal Pekalongan, Jawa Tengah, Abdurrozaq dan Najwa, mengaku terbantu memiliki rumah pertama melalui Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dijalankan pemerintah.
Keduanya menjadi salah satu peserta Akad Massal KPR Sejahtera yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Abdurrozaq mengatakan, proses pengajuan hingga akad berjalan cepat. Menurutnya, seluruh tahapan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua pekan.
“Sangat gembira ya, senang banget. Prosesnya sangat cepat, lancar. BPHTB-nya (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan ) gratis, biaya surat-menyurat itu gratis semua. Jadi kita cuma bayar akadnya saja. Akad itu kurang lebih Rp3 juta, DP (uang muka) 0 persen, cicilannya di Rp1.050.000 (per bulan),” ujar Abdurrozaq saat acara Akad Massal KPR Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Abdurrozaq yang berprofesi sebagai guru, sementara istrinya merupakan guru mengaji, mengatakan salah satu alasan memilih perumahan tersebut adalah fasilitas umum yang dinilai mendukung kebutuhan keluarga, terutama keberadaan masjid.
“Yang bikin tertarik di sini fasumnya, fasilitas umumnya. Kayak masjid, terus lapangan. Sebelum di sini saya survei ke beberapa lokasi, sangat jarang perumahan subsidi memprioritaskan ibadah, masjid. Jadi tertariknya di situ,” katanya.
Selain itu, ia juga menilai bahwa lingkungan perumahan ini ramah bagi anak dan sangat nyaman karena dilengkapi area bermain.
“Iya, di sini ada playground-nya. Betah banget. Depan masjid lapangan tenis, sebelahnya playground,” tutur dia.
Menurut Abdurrozaq, suasana perumahan yang asri juga menjadi nilai tambah dibandingkan tempat tinggalnya terdahulu.
“Poin plus-nya sih asri karena kita tinggal di Pekalongan kota, panas banget. Dapat pegunungan di sini, pegunungan tapi mewah, asri kayak cluster,” ujarnya.
Sementara itu, sang istri, Najwa, mengaku nyaman tinggal di lingkungan perumahan tersebut. “Nyaman,” ucapnya singkat.
Abdurrozaq berharap program rumah subsidi melalui skema FLPP terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat dari berbagai profesi memiliki kesempatan membeli rumah dengan pembiayaan yang terjangkau.
Menurutnya, kemudahan persyaratan, uang muka nol persen, serta cicilan tetap hingga 20 tahun menjadi faktor yang sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki hunian.
Abdurrozaq bersama keluarga berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menyediakan program yang menurutnya telah membantu keluarganya memiliki rumah pertama.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

