Health National

Pemerintah Perkuat Program Kesehatan dan Pendidikan demi Masa Depan Anak Indonesia

Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, pemerintah memperkuat berbagai program prioritas untuk menjamin tumbuh kembang anak Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui perluasan layanan kesehatan, peningkatan akses pendidikan, hingga penyediaan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap pengembangan SDM melalui kebijakan yang menjamin seluruh anak memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial tanpa terkecuali, termasuk bagi keluarga miskin pada kelompok desil 1 dan desil 2.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya. Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” kata Pratikno dalam Konferensi Pers mingguan PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu (22/7).

Di bidang kesehatan, pemerintah terus memperluas berbagai layanan dasar sebagai fondasi pembangunan SDM unggul, mencakup pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), penambahan dokter spesialis, serta percepatan penurunan prevalensi stunting dan penanganan penyakit tuberkulosis maupun lepra.

“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian juga pembangunan RSUD besar-besaran di banyak daerah, kemudian penambahan dokter spesialis, mulai dari pendidikan spesialis yang university-based maupun hospital-based dan juga kita terus-menerus mengupayakan untuk penurunan prevalensi stunting, penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra,” imbuhnya.

Sementara di bidang pendidikan, pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas melalui Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga miskin, melanjutkan program revitalisasi sekolah, serta mempercepat digitalisasi pembelajaran melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program revitalisasi sekolah di berbagai daerah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Artinya untuk menjamin bahwa fasilitas sekolah menjadi baik, selain itu juga digitalisasi, distribusi IFP, interactive flat panel yang meluas di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Pratikno.

Selain memperkuat akses dan kualitas pendidikan dasar, pemerintah juga menyiapkan program pendidikan unggulan untuk mencetak talenta masa depan. Saat ini pemerintah terus mengembangkan Sekolah Unggul Garuda sebagai salah satu program prioritas yang bertujuan mencetak talenta unggul di bidang STEM dan kepemimpinan.

Tak hanya itu, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) juga menjadi program prioritas lainnya yang bertujuan menjadi sekolah unggulan non-asrama yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA.

Pemerintah saat ini menargetkan pembangunan 100 SNT, dengan 17 unit di antaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran ini. Sekolah tersebut menerapkan kurikulum kombinasi (nasional dan internasional) dengan pendekatan STEAMS serta bahasa pengantar bahasa asing.

Tak hanya berfokus pada kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga memperkuat perlindungan anak melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Program ini menyasar empat ruang utama kehidupan anak, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital, guna mencegah kekerasan sekaligus menjaga kesehatan mental anak sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, aman, dan berdaya saing.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...