Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperkuat sinergi kebudayaan dengan pemerintah daerah di kawasan aglomerasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Sinergi Jejaring Kemitraan Kebudayaan Jabodetabek Connected 2026. Penandatanganan tersebut berlangsung di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Langkah strategis ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Betawi, memperluas pertukaran budaya antardaerah, sekaligus menyusun agenda bersama menyongsong momentum 500 Tahun Jakarta pada 2027 mendatang.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa identitas serta komponen budaya Betawi kini telah berkembang pesat melampaui batas administratif kota Jakarta hingga menyebar ke wilayah Depok, Bekasi, Tangerang, dan Banten.
Oleh karena itu, kolaborasi antardaerah menjadi hal yang mutlak untuk menjaga keberlanjutan ekosistem budaya Betawi. Wagub Rano meminta agar kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan segera direalisasikan dalam bentuk program konkret yang terukur. Beberapa agenda terobosan yang disiapkan meliputi penyelenggaraan pertunjukan seni bersama, pertukaran pelaku seni, pengembangan ruang budaya, hingga pelibatan aktif generasi muda dan komunitas lokal.
Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyusun kalender kegiatan inklusif dengan mengambil pembelajaran sukses dari HUT Ke-499 Jakarta, di mana kemudahan integrasi layanan transportasi publik seperti Transjabodetabek terbukti efektif mendongkrak mobilitas serta angka kunjungan masyarakat ke berbagai pusat kegiatan budaya.
Penguatan jejaring budaya yang terintegrasi dengan aksesibilitas transportasi publik ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan kebudayaan kawasan aglomerasi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan. Pemprov DKI Jakarta optimistis sinergi erat bersama daerah-daerah penyangga akan semakin mengokohkan posisi Jakarta sebagai pusat interaksi budaya yang dinamis di kancah nasional maupun internasional.
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

