Kebakaran menghanguskan empat rumah di kawasan padat penduduk Jalan Nangka, RT 02/02, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.58 WIB itu diduga dipicu kebocoran Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyatakan warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum petugas tiba di lokasi. Namun, kobaran api yang cepat membesar membuat upaya tersebut tidak berhasil.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, Wahid mengatakan pihaknya mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 70 personel untuk mengendalikan api. Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 05.00 WIB dan dilanjutkan dengan tahap pendinginan pada pukul 05.35 WIB. Seluruh penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 06.13 WIB setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka.
Ketua RT 02/02 Kelurahan Ceger, Hendrawan, menjelaskan bahwa dari empat rumah yang terdampak, tiga di antaranya merupakan rumah kontrakan. Akibat kebakaran itu, empat kepala keluarga dengan total 15 jiwa harus mengungsi sementara ke rumah tetangga dan kerabat yang berada di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penanganan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas. Pemerintah setempat pun segera melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.
Sementara itu, Lurah Ceger, Ahmad Syaifudin, memastikan pihak kelurahan telah mengajukan permohonan bantuan kepada Suku Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional-Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (Baznas Bazis), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur.
Bantuan tersebut diharapkan segera disalurkan agar dapat meringankan beban para penyintas kebakaran. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan kompor dan instalasi gas di lingkungan permukiman padat. Pemerintah juga diharapkan terus memperkuat edukasi mengenai pencegahan kebakaran guna meminimalkan risiko kejadian serupa.
Alexander Jason – Redaksi

