PAM Jaya bergerak cepat menangani kebocoran pipa utama berdiameter 800 milimeter di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, yang terdampak aktivitas Jakarta Sewerage Development Project (JSDP). Perbaikan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal dua hari dengan gangguan layanan air yang dipastikan tetap minimal.
PAM Jaya melakukan inspeksi langsung terhadap lokasi kebocoran pipa berdiameter 800 milimeter di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, yang terdampak pekerjaan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP). Kebocoran terjadi akibat aktivitas pengecekan yang dilakukan kontraktor pelaksana proyek hingga mengenai jaringan pipa utama milik PAM Jaya.
Peninjauan dilakukan jajaran direksi untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Tim teknis juga diarahkan agar perbaikan mengutamakan aspek keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, serta menjaga keberlangsungan layanan air bersih kepada pelanggan.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan kebocoran terjadi akibat aktivitas proyek JSDP yang mengenai jaringan pipa utama milik PAM Jaya.
“Ini ada accident dari pekerjaan JSDP. Kontraktor melakukan checking dan menabrak pipa 800 mm kita hingga kemudian terjadi kebocoran yang sangat signifikan yang perlu kita perbaiki dalam waktu dekat. Kami semua tim sedang melakukan rekayasa air dan kita perlu maksimal dua hari untuk melakukan perbaikan,” ujar Arief Nasrudin, Selasa (21/7).
Selama proses perbaikan, PAM Jaya melakukan rekayasa distribusi air agar pasokan kepada pelanggan tetap mengalir. Meski demikian, sebagian pelanggan diperkirakan mengalami penurunan tekanan atau berkurangnya suplai air.
“Jadi akan ada sedikit gangguan air ke pelanggan. Airnya tidak mati, berkurangnya suplai tidak terlalu banyak, tetap bisa beraktivitas dan tidak mengganggu kebutuhan air yang ada di pelanggan,” katanya.
Arief menegaskan bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar distribusi air tetap mengalir selama proses perbaikan berlangsung, dengan situasi yang pastinya airnya sedikit berkurang.
Ia menambahkan, PAM Jaya terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak terkait, termasuk pelaksana proyek, untuk mempercepat proses perbaikan sekaligus meminimalkan dampak terhadap jaringan perpipaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Arief juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang selama proses penanganan berlangsung.
Sebagai informasi, pekerjaan perbaikan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 22.00 WIB hingga Selasa, 21 Juli 2026 pukul 04.00 WIB. Suplai air diperkirakan kembali normal secara bertahap mulai Selasa, 21 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kelurahan Ancol, Cideng, Duri Pulo, Gambir, Glodok, Karang Anyar, Kartini, Keagungan, Kebon Kelapa, Krukut, Maphar, Mangga Besar, Mangga Dua Selatan, Pasar Baru, Penjaringan, Petojo Selatan, Petojo Utara, Pinangsia, Tambora, Taman Sari, dan Tangki.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

