Presiden Prabowo Subianto menegaskan pelestarian bangunan bersejarah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, bangsa yang besar harus menghargai serta merawat warisan sejarah sebagai bagian dari jati diri nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Prabowo mengatakan Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai historis yang tinggi karena pernah digunakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dalam menjalankan tugas kenegaraan pada awal masa kemerdekaan.
Oleh karena itu, menurut Prabowo, revitalisasi Stasiun Semarang Tawang tidak hanya dimaknai sebagai upaya memperbaiki bangunan, tetapi juga menjaga memori kolektif bangsa.
Prabowo menegaskan bahwa bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Menurutnya, berbagai peninggalan sejarah harus tetap dijaga karena menjadi bagian dari identitas nasional.
Prabowo juga menekankan bahwa upaya pelestarian tidak hanya berlaku bagi Stasiun Semarang Tawang, tetapi juga seluruh warisan sejarah Indonesia, termasuk bangunan dan situs yang telah berusia ratusan hingga ribuan tahun. Menurutnya, menjaga warisan budaya merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus mewariskan nilai-nilai sejarah kepada generasi penerus.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

