Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus mencari berbagai terobosan untuk mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat. Salah satunya dengan mempelajari pengalaman negara lain yang dinilai berhasil menyediakan hunian dalam jumlah besar bagi rakyatnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). Menurut Prabowo, capaian pemerintah di sektor perumahan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar sehingga berbagai inovasi perlu terus dikembangkan.
“Prestasi yang sudah kita capai sungguh signifikan. Namun, kita menyadari bahwa masih jauh lebih banyak lagi yang diperlukan oleh rakyat kita,” ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan pemerintah tengah mempelajari berbagai inovasi di sektor perumahan, termasuk pengalaman India yang dinilai berhasil mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat.
“Saya tertarik pada pengalaman bangsa India. Mereka mampu membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, atau kira-kira 3 juta rumah setiap tahun. Ini sedang saya pelajari, bagaimana caranya. Ada teknik-teknik tertentu, dan ini bisa kita coba,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh ragu belajar dari negara lain selama tujuannya untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau bangsa kita mau bangkit dan bertransformasi, kita tidak boleh malu untuk belajar dari siapa pun,” tegasnya.
Meski demikian, Prabowo menekankan pemerintah tetap akan melanjutkan pendekatan yang selama ini terbukti efektif, sembari mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.
Menurutnya, Indonesia memerlukan keberanian untuk berpikir kreatif, mengambil risiko, serta mencari terobosan baru agar mampu menjawab kebutuhan perumahan yang terus meningkat.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan dirinya juga mengirim tim ke berbagai negara untuk mempelajari praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di Indonesia.

