Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangkat yang diterima para perwira TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Angkatan 2026 merupakan amanah sekaligus kepercayaan dari rakyat Indonesia.
Dalam amanatnya di Istana Negara, Jakarta, Prabowo menyampaikan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
Ia mengingatkan setiap perwira telah bersumpah untuk mengorbankan jiwa dan raga demi kepentingan Indonesia apabila diperlukan. Karena itu, pangkat pertama yang disandang harus dimaknai sebagai tanggung jawab besar, bukan sekadar simbol kehormatan.
Prabowo juga menekankan bahwa sejak resmi dilantik, para perwira tidak lagi hanya menjadi milik diri sendiri maupun keluarga, melainkan telah menjadi bagian dari pengabdian kepada negara. Menurutnya, seorang perwira harus menjaga integritas, menjauhi penyalahgunaan wewenang, serta tidak terlibat dalam korupsi, penyimpangan, narkoba, perjudian, maupun pelanggaran hukum lainnya. Ia mengingatkan agar loyalitas korps tidak mengalahkan komitmen terhadap hukum dan kepentingan bangsa. Integritas, kata Prabowo, merupakan kehormatan utama yang harus selalu dijaga oleh setiap perwira.
Dalam pesannya, Prabowo kembali mengingatkan bahwa seluruh proses pendidikan, perlengkapan, hingga gaji para perwira berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, mereka memiliki kewajiban untuk mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat dan tidak pernah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan.
Ia menegaskan bahwa seorang perwira yang mengkhianati rakyat akan kehilangan kehormatannya sebagai pelindung dan pengayom bangsa. Pengabdian kepada masyarakat harus menjadi prinsip utama dalam setiap pelaksanaan tugas, tanpa mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menutup amanatnya, Prabowo menegaskan bahwa kehormatan seorang perwira tidak diukur dari pangkat yang dikenakan, tetapi dari kejujuran, keberanian, keadilan, dan kesediaannya hadir ketika rakyat membutuhkan. Ia meminta para perwira TNI dan Polri menjadi pelindung, pengayom, dan pembela masyarakat dengan memberikan teladan melalui tindakan nyata.
Menurutnya, rakyat tidak menuntut kesempurnaan, melainkan sosok pemimpin yang berintegritas, berani mengambil tanggung jawab, dan selalu berpihak kepada kepentingan bangsa. Pesan tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi para perwira muda dalam menjalankan pengabdian kepada Indonesia.
Alexander Jason – Redaksi

