National

Prabowo: Regulasi Terlalu Banyak, Single National Identity Card Harus Segera Dieksekusi

Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi birokrasi melalui penyederhanaan regulasi dan digitalisasi layanan pemerintahan, termasuk percepatan implementasi Single National Identity Card sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan.

Arahan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Menurutnya, Indonesia berada di jalur pembangunan yang tepat, namun pemerintah tetap harus melakukan pembenahan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.

“Kita yakin berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak,” ujar Prabowo.

Sebagai langkah perbaikan, Prabowo menegaskan pentingnya menyederhanakan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah, kata dia, tengah merintis digitalisasi pemerintahan melalui GovTech dan berbagai program transformasi digital lainnya.

“Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya,” katanya.

Prabowo juga meminta implementasi Single National Identity Card segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan publik yang lebih terintegrasi melalui satu identitas nasional.

“Saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, Prabowo menilai Indonesia telah memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat sebagai hasil pembangunan yang berkesinambungan.

“Salah satu prestasi kita adalah bahwa sekarang kita memiliki sistem perlindungan sosial yang menurut saya, merupakan salah satu yang terkuat di dunia,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan berbagai capaian pembangunan nasional merupakan hasil kesinambungan kepemimpinan para presiden terdahulu. Menurutnya, pemerintah saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan, memperkuat, dan menyempurnakan fondasi yang telah dibangun.

“Saya selalu mengakui ini adalah long march semua dari Bung Karno, dari Soeharto, Megawati, Gus Dur, Jokowi, semua hasil dari kerja keras pemerintah kita. Tugas kita, kita bangun kita perbaiki,” pungkas Prabowo.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...