Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diikuti 62.710 penerima dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis (30/7).
Para penerima manfaat berasal dari beragam profesi, mulai dari guru sekolah dasar, tenaga kesehatan, buruh, petani, nelayan, hingga pengemudi ojek online. Akad massal dilaksanakan di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten dan kota secara serentak.
Kegiatan tersebut merupakan akad massal KPR FLPP ketiga yang diselenggarakan pemerintah. Sebelumnya, akad massal pertama digelar pada 29 September 2025 dengan 26.000 penerima, sedangkan tahap kedua pada 18 Desember 2025 melibatkan 50.030 penerima.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan kebahagiaannya melihat semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memperluas kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Sudah menjadi tekad kita agar seluruh warga Indonesia bisa memiliki rumah yang layak. Untuk itu kita bekerja keras dengan berbagai program, dan kita terus merencanakan serta memikirkan cara-cara terbaik untuk melipatgandakan jumlah rumah yang bisa dinikmati oleh rakyat kita,” kata Prabowo.
Meski mencatat kemajuan, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan berpuas diri. Berbagai inovasi akan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat, khususnya kelompok MBR, dapat memiliki rumah yang layak dengan pembiayaan yang terjangkau.
Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam mengatasi kebutuhan perumahan nasional.
“Kuncinya adalah kerja sama. Kita semua adalah anak-anak Indonesia. Kita berada dalam satu keluarga besar, dalam satu kapal besar yang bernama NKRI. Dengan saling percaya, saling mendukung, saling mengisi, dan saling memperkuat, kita akan mencapai hal-hal yang besar,” ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo mengatakan bahwa pemerintah sangat memahami kebutuhan akan hunian merupakan persoalan yang fundamental. Karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat realisasi program tersebut mengingat besarnya kebutuhan masyarakat.
“Saya tidak mau banyak berjanji. Namun, kita akan terus menjalankan rencana-rencana yang telah disusun. Kita akan bekerja dengan sangat cepat agar segera dapat memberikan hasil nyata kepada rakyat sekaligus menggerakkan ekonomi kita,” imbuhnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

