Program Rumah Subsidi yang dijalankan pemerintah dinilai tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha konstruksi. Salah satunya dirasakan kontraktor asal Salatiga, Muji Marjoko, yang mengaku kapasitas usahanya meningkat hingga dua kali lipat setelah memperoleh fasilitas kredit program perumahan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Muji mengatakan, sebelum memperoleh pembiayaan tersebut, usahanya hanya mampu membangun sekitar lima unit rumah. Setelah mendapatkan dukungan pembiayaan, kapasitas pembangunan meningkat menjadi 10 hingga 15 unit rumah.
“Kita sebagai kontraktor di Salatiga, biasa kita sebelum mendapatkan program kredit perumahan ini kita cuma bangun maksimal 5, dengan adanya program ini kita bisa membangun antara 10-15 rumah, ini untuk kenaikan di angka 100 persen,” ujar Muji.
Muji merupakan salah satu penerima Kredit Program Perumahan yang menghadiri akad massal KPR FLPP dan KUR Perumahan yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Selain merasakan manfaat bagi usahanya, Muji mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo dalam kegiatan tersebut.
“Ya, kita merasa terenyuh sekali merasa bahagia sekali bisa ketemu langsung kepada Bapak Presiden . Harapan kami untuk kemajuan rakyat, untuk kesuksesan program Pak Presiden tentang 3 juta rumah,” katanya.
Muji juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, BRI, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program pembiayaan perumahan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan sektor perbankan telah membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas pembangunan rumah sekaligus mendukung upaya penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

