National

PSEL Bali Ditargetkan Beroperasi 2027, Kurangi Sampah dan Emisi Sekaligus

Pemerintah bersama Danantara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Fasilitas yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2027 ini mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik sekaligus menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

Pembangunan PSEL Bali menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi pengelolaan sampah nasional menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah sekitar 80 hingga 90 persen timbulan sampah harian menjadi energi listrik.

Ke depannya, infrastruktur serupa akan dibangun di wilayah dengan timbulan sampah besar dan berstatus darurat sampah, seperti Kota Bekasi, Bogor Raya, serta delapan lokasi strategis lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Laksmi Widyajayanti, mengatakan proyek tersebut memberikan manfaat yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga terhadap perekonomian.

“Implementasi kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan pasokan energi bersih nasional untuk memperkuat ketahanan energi, serta menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs), peningkatan investasi teknologi ramah lingkungan, serta terbentuknya ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Laksmi, Senin (27/7).

Meski mengandalkan teknologi pengolahan modern di hilir, Laksmi menegaskan keberhasilan sistem pengelolaan sampah tetap bergantung pada peran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber.

“Dengan adanya PSEL, bukan berarti semua sampah dapat dicampur. Pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci yang harus dimulai dari diri sendiri, 1 tetap menjadi langkah yang sangat penting yang kami harapkan dari seluruh masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah memastikan pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), proyek ini juga diharapkan mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca, meningkatkan pasokan energi bersih, serta mendorong tumbuhnya investasi teknologi ramah lingkungan dan ekosistem ekonomi hijau di Indonesia.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...