National

Qodari: Kunjungan Tiga Pemimpin Dunia Cerminkan Kepercayaan Global kepada Indonesia

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan bahwa kunjungan tiga pemimpin dunia ke Indonesia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai mitra penting di kancah global.

Qodari menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan tersebut mencerminkan pandangan komunitas internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang memiliki ketahanan ekonomi dan stabilitas politik, yang menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan.

Qodari memaparkan tiga kunjungan pemimpin dunia tersebut beserta sejumlah hasil kerja sama yang disepakati dengan Indonesia. Menurutnya, ketiga pemimpin tersebut berasal dari kawasan yang berbeda, menunjukkan bahwa Indonesia konsisten membangun jejaring persahabatan dan kemitraan yang kuat dengan berbagai Negara.

Pemimpin pertama yang mengunjungi Prabowo baru-baru ini adalah Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko pada 2 Juli 2026 lalu.

Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama di sektor industri, alat berat, teknologi, serta penguatan hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia. Kedua negara juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka bersama untuk memperkuat kerja sama yang lebih konkret selama lima tahun ke depan.

Selanjutnya, pada Senin 6 Juli, Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.  Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati 26 capaian kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pengembangan ekonomi kawasan, energi bersih, hingga ekonomi digital.

Ketiga, Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi sehari kemudian. Bersama India, Indonesia tidak hanya memperkuat kemitraan di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang pendidikan, penguatan kelembagaan, serta hubungan antarmasyarakat.

Qodari menjelaskan, setiap pertemuan Prabowo dengan para pemimpin dunia diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak. Melalui diversifikasi kemitraan, Indonesia dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak global, memperluas akses pasar ekspor, membuka peluang investasi baru, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di berbagai forum internasional.

Lebih lanjut, Qodari mengatakan bahwa seluruh pertemuan dan kesepakatan tersebut merupakan cerminan dari prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam melindungi kepentingan nasional.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Qodari mengatakan bahwa Indonesia memilih memperluas ruang kolaborasi alih-alih mempersempit pilihan ataupun berpihak kepada salah satu kekuatan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...