Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyambut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Latitude Energy, dan Danantara Indonesia melalui PT Danantara Development Management Fund. Kesepakatan yang ditandatangani pada 8 Juli di Jakarta tersebut menjadi langkah awal kerja sama untuk menjajaki pengembangan proyek gasifikasi batu bara di Indonesia menggunakan teknologi Transport Integrated Gasification (TRIG).
Melalui kerja sama ini, Latitude Energy akan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi gasifikasi batu bara untuk mengubah batu bara menjadi gas sintetis. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada impor energi, sekaligus membuka peluang pengembangan industri hilir berbasis sumber daya batu bara domestik.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Joy M. Sakurai, menilai kerja sama ini mencerminkan besarnya potensi hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Chief Executive Officer PT Danantara Development Management Fund, Sigit P. Santosa, mengatakan kemitraan ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan batu bara berkalori rendah.
Sementara itu, President dan CEO Latitude Energy Holdings Inc., Jacob Thomas, menegaskan Indonesia dipandang sebagai mitra strategis sekaligus titik awal pengembangan proyek gasifikasi batu bara di kawasan Asia Tenggara dengan dukungan teknologi, keahlian, dan investasi jangka panjang.
Kedutaan Besar Amerika Serikat menilai penandatanganan MoU tersebut mencerminkan eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus memperkuat kerja sama di bidang energi dan industri. Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperluas pemanfaatan teknologi energi maju untuk mendukung pengembangan industri Indonesia dan kawasan Indo-Pasifik.
Alexander Jason – Redaksi

