Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengumumkan telah mengalihkan 35 kapal komersial sebagai bagian dari operasi blokade terhadap lalu lintas maritim menuju pelabuhan-pelabuhan Iran. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi Centcom di platform X, militer Amerika Serikat juga menyebut telah melumpuhkan dua kapal serta menaiki dua kapal lainnya hingga 2 Agustus 2026.
Namun, Centcom tidak mengungkap identitas kapal maupun alasan spesifik yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Operasi ini menjadi bagian dari upaya Washington meningkatkan tekanan terhadap aktivitas pelayaran yang berkaitan dengan Iran.
Pembaruan tersebut disampaikan saat kapal induk USS Abraham Lincoln beroperasi di Laut Arab. Dalam mendukung misi tersebut, pesawat tempur siluman F-35C milik Korps Marinir Amerika Serikat turut diterbangkan dari kapal induk untuk memperkuat operasi di kawasan.
Kehadiran aset militer tersebut menunjukkan peningkatan kesiapan Amerika Serikat dalam menjalankan pengawasan terhadap jalur pelayaran strategis. Meski demikian, rincian mengenai sasaran maupun hasil operasi secara menyeluruh belum dipublikasikan.
Operasi blokade terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran kembali diberlakukan pada 14 Juli 2026 atas arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebelumnya, blokade tahap pertama berlangsung sejak 13 April hingga 18 Juni 2026. Dalam periode tersebut, Centcom mengklaim telah mengalihkan lebih dari 140 kapal yang mematuhi perintah, melumpuhkan sembilan kapal yang tidak mematuhi, serta mengizinkan lebih dari 50 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk melanjutkan pelayaran. Data tersebut menunjukkan operasi maritim Amerika Serikat telah berlangsung secara intensif selama beberapa bulan terakhir.
Pembatasan maritim sempat dicabut pada pertengahan Juni setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri permusuhan dan memulihkan akses pelayaran di kawasan. Namun, blokade kembali diberlakukan pada pertengahan Juli, menandai berlanjutnya kebijakan tekanan Amerika Serikat terhadap Iran.
Langkah tersebut diperkirakan akan terus memengaruhi aktivitas pelayaran dan perdagangan di kawasan Timur Tengah, sekaligus menambah ketegangan hubungan antara Washington dan Teheran. Perkembangan situasi ini masih menjadi perhatian masyarakat internasional karena berpotensi berdampak pada stabilitas jalur perdagangan global.
Alexander Jason – Redaksi

