Anggota DPR RI mengapresiasi langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang menutup sekitar 1.300 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penutupan dilakukan setelah evaluasi dan pengawasan menemukan berbagai pelanggaran terhadap standar kualitas serta tata kelola dapur.
DPR menilai keselamatan dan kesehatan anak sebagai penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. Standar keamanan pangan dan kebersihan pengolahan makanan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target penyaluran.
Legislator menilai penutupan dapur yang tidak memenuhi kualifikasi merupakan langkah korektif untuk mencegah risiko kesehatan, termasuk keracunan makanan. Namun, BGN juga diminta tidak berhenti pada tindakan administratif dan segera melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.
Perbaikan tersebut mencakup pengetatan standardisasi operasional, sertifikasi higienitas dan sanitasi, serta peningkatan kompetensi pengelola dan koki dapur MBG. Dapur yang belum memenuhi persyaratan diharapkan baru dapat kembali beroperasi setelah seluruh standar terpenuhi.
DPR RI menegaskan akan terus mengawasi pelaksanaan program MBG agar berjalan aman, tepat sasaran, dan transparan dalam penggunaan anggaran negara. Pemerintah bersama BGN juga diminta memastikan adanya mekanisme pengawasan yang konsisten terhadap seluruh dapur SPPG.
Evaluasi berkala diperlukan untuk mencegah pelanggaran serupa kembali terjadi setelah dapur dinyatakan layak beroperasi. Dengan demikian, kualitas makanan dan keselamatan penerima manfaat dapat terus terjamin.
Di sisi lain, sekolah yang terdampak penutupan dapur perlu mendapatkan solusi agar pemenuhan kebutuhan gizi siswa tidak terhenti. Pemerintah diharapkan menyiapkan alternatif distribusi makanan bergizi selama proses perbaikan dan sertifikasi berlangsung.
Upaya tersebut penting agar hak anak-anak memperoleh asupan nutrisi harian tetap terpenuhi tanpa mengabaikan standar keamanan pangan. DPR menilai keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari keamanan, kualitas, dan manfaatnya bagi anak-anak.
Alexander Jason – Redaksi

