Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor masih melakukan pencarian terhadap B, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berusia 36 tahun yang diduga jatuh dan hanyut di Sungai Cisadane, Cipaku, Bogor Selatan, Jawa Barat. Pencarian dilakukan sejak Kamis (13/8/2026) malam dan dilanjutkan Jumat pagi dengan menyisir aliran sungai hingga radius sekitar 200 hingga 300 meter dari titik dugaan korban jatuh.
Tim gabungan menggunakan metode penyelaman serta penyisiran visual dari darat dan permukaan air. Namun, kondisi sungai dengan sejumlah bagian dangkal dan kedalaman hingga sekitar 5-6 meter menjadi kendala dalam proses pencarian.
Dalam pencarian tersebut, petugas menemukan helm dan tas milik B sekitar 100 meter dari titik dugaan korban jatuh. Sementara sepeda motor yang dikendarainya ditemukan masih berada di ujung jembatan dengan kunci yang masih terpasang. Pencarian pada Kamis malam sempat dihentikan sekitar pukul 23.00 WIB karena keterbatasan jarak pandang. Tim kemudian kembali menyisir sungai pada Jumat pagi dengan melibatkan personel di darat maupun di air.
B diketahui merupakan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu yang bekerja sebagai pustakawan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor. Kepala dinas terkait, Taufik, membenarkan bahwa B merupakan stafnya. Saat kejadian, B diduga sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Pamoyanan melalui Cipaku. Dalam perjalanan tersebut, ia melewati jembatan penghubung di kawasan Sukawarna sebelum diduga terjatuh ke Sungai Cisadane.
BPBD Kota Bogor bersama sejumlah unsur terkait masih memprioritaskan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area jaring alami yang terdapat di sepanjang sungai. Kondisi medan membuat pencarian harus dilakukan secara hati-hati, terutama di bagian sungai yang dalam. Tim akan terus melakukan pencarian dengan metode penyelaman serta penyisiran permukaan untuk menemukan keberadaan B. Hingga pencarian tersebut dilakukan, B masih dinyatakan belum ditemukan.
Alexander Jason – Redaksi

