Fotografer jurnalistik Iran, Yalda Moaiery, menjalani persidangan sebagai bagian dari upayanya mengajukan banding atas vonis 15 tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya bulan ini setelah karya jurnalistiknya dianggap memusuhi pemerintah Teheran.
Dilansir dari CNN, ayah Moaiery, Reza, mengatakan putrinya hanya hadir sebentar dalam persidangan tersebut. Hingga kini belum diketahui kapan keputusan atas upaya banding itu akan dikeluarkan.
Reza juga mengatakan pengacara Moaiery tidak diizinkan berbicara selama persidangan dan pesimistis terhadap kemungkinan perubahan putusan.
Dalam persidangan, Moaiery diminta menyampaikan “pembelaan terakhir”. Moaiery dan timnya memandang permintaan tersebut sebagai indikasi lebih lanjut bahwa vonis 15 tahun penjara terhadap dirinya kemungkinan akan tetap dipertahankan.
Moaiery telah menghabiskan puluhan tahun mendokumentasikan kehidupan di bawah pemerintahan Iran melalui pekerjaannya sebagai fotografer jurnalistik. Meski tengah menghadapi proses hukum, ia menegaskan tidak berniat menghentikan pekerjaannya dan menyambut perhatian media internasional terhadap kasus yang menimpanya.
Kepada CNN, Moaiery mengatakan dirinya tidak bersedia bekerja dalam kerangka propaganda. Menurutnya, wawancara, foto, dan berbagai pekerjaan yang dilakukannya sebagai fotografer jurnalistik justru dipandang sebagai tindak kejahatan oleh pihak berwenang Iran.
Ia juga menyebut aktivitas jurnalistiknya, termasuk berbicara dengan media internasional, menjadi bagian dari tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Akbari Danico – Redaksi

