Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat pengamanan objek vital nasional melalui pelaksanaan bimbingan teknis Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat. Pada hari ketiga kegiatan di Bandung, tim dari Korsabhara Baharkam Polri memusatkan pemeriksaan pada Elemen Dua yang membahas pola pengamanan internal perusahaan.
Evaluasi dilakukan melalui wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen untuk menilai kesiapan sistem keamanan sesuai standar nasional. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengamanan objek vital tidak hanya bergantung pada personel, tetapi juga pada tata kelola keamanan yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Tim Bimbingan Teknis, Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata, menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan dan kesiapan manajemen Pertamina dalam proses evaluasi. Edy melaporkan bahwa tim telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 49 kriteria pada Elemen Dua, dengan 11 kriteria memperoleh skor 1 dan 38 kriteria memperoleh skor 2.
Akumulasi penilaian implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) hingga hari ketiga mencapai 36,36 persen, menjadi dasar untuk melanjutkan evaluasi pada tahap berikutnya. Hasil tersebut mencerminkan adanya kemajuan, meski masih terdapat ruang untuk penyempurnaan sistem pengamanan internal.
Pelaksanaan evaluasi turut melibatkan Sekretaris Tim, AKBP Khairul Aji Wijayatsi, bersama para auditor profesional dan didukung oleh jajaran Ditpamobvit Polda Jawa Barat. Dari pihak perusahaan, proses audit mendapat pendampingan penuh dari analis keamanan, petugas geosecurity, serta tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Fuel Terminal Bandung Site Ujung Berung.
Kolaborasi antara aparat keamanan dan sektor industri memperlihatkan pentingnya sinergi dalam menjaga keberlangsungan operasional objek vital nasional. Pendekatan tersebut juga memperkuat budaya keamanan yang berbasis standar, evaluasi, dan peningkatan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup setelah melalui sesi pemeriksaan dan diskusi yang berlangsung hingga sore hari, dengan persiapan menuju tahapan evaluasi berikutnya. Program ini memperlihatkan bahwa pengamanan objek vital memerlukan komitmen bersama antara regulator, aparat, dan pelaku industri.
Keberhasilan implementasi Sistem Manajemen Pengamanan akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas operasional sektor strategis nasional. Konsistensi dalam evaluasi dan perbaikan diharapkan mampu meningkatkan ketahanan keamanan sekaligus mendukung pelayanan publik dan kepentingan ekonomi nasional.
Alexander Jason – Redaksi

