Musim kemarau mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk RW 08 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Kondisi tersebut menyebabkan 78 kepala keluarga mengalami krisis air bersih sehingga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi situasi itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok bersama PT Tirta Asasta menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 4.000 liter. Bantuan tersebut disambut warga yang mengantre membawa galon untuk mendapatkan pasokan air.
Selain mendistribusikan air bersih, PMI Kota Depok juga meminjamkan sebuah toren berkapasitas 250 liter guna membantu penyimpanan air bagi warga terdampak. Petugas turut memberikan sosialisasi mengenai penggunaan air secara bijak serta cara menyimpan air dengan aman selama musim kemarau.
Sebanyak empat personel diterjunkan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar. Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan dampak krisis air bersih hingga kondisi kembali normal.
Kekeringan tidak hanya terjadi di Depok, tetapi juga meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Di Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni menyebut tujuh kabupaten dan kota terdampak kekeringan akibat kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino, dengan total 140 titik terdampak di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Kota Tangerang menjadi satu-satunya wilayah di provinsi tersebut yang tidak termasuk daerah terdampak. Pemerintah daerah terus memantau kondisi serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 14 kabupaten mengalami kekeringan, termasuk Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, dan Situbondo. Tiga daerah, yakni Lumajang, Mojokerto, dan Situbondo, telah menetapkan status Tanggap Darurat, sedangkan 11 daerah lainnya masih berstatus Siaga Darurat.
Kekeringan juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan daerah lain di luar Pulau Jawa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini memberikan dampak yang cukup luas sehingga memerlukan koordinasi penanganan dari berbagai pihak.
Alexander Jason – Redaksi

