Leicester City dikabarkan akan dijual oleh pemiliknya, King Power Group, setelah 16 tahun menguasai klub asal Inggris tersebut. Grup asal Thailand itu disebut memasang harga lebih dari 200 juta pound sterling atau sekitar Rp4,3 triliun, dengan bank investasi Amerika Serikat, Citigroup, membantu proses penjualan melalui dokumen delapan halaman bernama Project Lineup.
Paket tersebut mencakup Leicester City, tim putri, sejumlah aset utama, serta klub saudara di Belgia, OH Leuven. Aset yang ditawarkan antara lain Stadion King Power berkapasitas 32 ribu penonton dan fasilitas latihan Seagrave yang dibuka pada 2020.
Dokumen penjualan menonjolkan sejarah kesuksesan Leicester, terutama ketika klub secara mengejutkan menjuarai Premier League musim 2015/2016 dengan peluang 5.000 banding 1. Kesuksesan tersebut dilengkapi dengan kemenangan Piala FA pada 2021 serta rekam jejak Leicester dalam promosi ke divisi yang lebih tinggi.
Namun, brosur penjualan tidak menyoroti kondisi klub saat ini yang justru sedang berada di League One, kasta ketiga sepak bola Inggris. Leicester terdegradasi ke kasta tersebut musim lalu setelah mengalami dua kali degradasi dari Premier League dalam periode tiga tahun.
Leicester kini bersiap menjalani musim keduanya sepanjang sejarah klub di League One dan akan mengawali kompetisi menghadapi Notts County pada Sabtu (15/8/2026). Di tengah kondisi tersebut, Citigroup memproyeksikan pendapatan klub lebih dari 97 juta pound sterling untuk tahun finansial 2026.
Leicester sendiri memilih tidak memberikan komentar terkait dokumen penjualan yang beredar. Posisi klub di kasta ketiga menjadi salah satu tantangan utama yang kemungkinan harus dipertimbangkan calon pemilik baru.
Dari sisi finansial, Leicester juga menghadapi beban utang yang cukup besar. Laporan keuangan 2025 menunjukkan klub memiliki pinjaman bank sebesar 103,6 juta pound sterling dan telah mengalami kerugian lebih dari 180 juta pound sterling selama periode naik-turun antara Premier League dan Championship.
Meski demikian, Leicester masih memiliki potensi pendapatan dari pengembangan pemain, salah satunya melalui penjualan pemain akademi Jeremy Monga ke Manchester City dengan nilai 10 juta pound sterling pada Juli 2026.
Penjualan klub tersebut akan menjadi perubahan besar setelah 16 tahun kepemilikan King Power, terutama bagi klub yang pernah mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Alexander Jason – Redaksi

