Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai semakin beragamnya produk beras khusus, termasuk beras fortifikasi, tidak akan menggeser pasar beras medium dan premium di ritel modern. Menurutnya, masing-masing produk memiliki segmen konsumen yang berbeda.
Budi mengatakan pemerintah tetap mendorong ketersediaan beras medium dan premium di ritel modern. Saat ini, beras premium di ritel modern dipasok Perum Bulog melalui merek Befood, sementara beras medium tersedia melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Menurut Budi, keberadaan beras khusus merupakan bagian dari semakin beragamnya pilihan produk yang tersedia bagi konsumen. Produsen dapat mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar selama memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku.
Beras khusus kini semakin banyak ditemukan di ritel modern, mulai dari beras long grain hingga produk yang dipasarkan untuk kebutuhan tertentu, seperti beras untuk penderita diabetes dan beras fortifikasi yang diperkaya vitamin.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah sebelumnya juga menilai keberadaan produk tersebut tidak otomatis menggeser beras medium maupun premium. Menurutnya, konsumen memiliki daya beli dan kebutuhan yang berbeda.
Dengan demikian, pemerintah melihat pertumbuhan produk beras khusus sebagai bagian dari diversifikasi pilihan konsumen, sementara ketersediaan beras medium dan premium di ritel modern tetap menjadi perhatian. Pengawasan terhadap beras khusus, terutama produk yang membawa klaim kandungan gizi, juga terus dilakukan untuk memastikan informasi pada kemasan sesuai dengan produk yang beredar.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

