Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal, mengatakan China kemungkinan tidak memiliki informasi lengkap mengenai ancaman banjir sebelum bencana melanda pada Rabu (26/8), mengingat peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba.
Pernyataan tersebut disampaikan Khanal pada Sabtu (29/8), setelah Pemerintah China membantah tuduhan yang beredar di media Nepal bahwa Beijing gagal memberikan peringatan kepada Kathmandu sebelum bencana terjadi.
Dalam konferensi pers, Khanal mengatakan pemerintah Nepal kini menjalin koordinasi, kerja sama, dan komunikasi yang sangat erat dengan otoritas China sejak bencana terjadi.
Menurutnya, pihak berwenang China juga secara aktif membagikan informasi dan data yang dibutuhkan Nepal dalam penanganan dampak bencana.
Ketika ditanya apakah kerja sama tersebut telah berlangsung sebelum banjir pada Rabu atau baru dimulai setelah bencana, Khanal mengatakan sifat kejadian yang mendadak menunjukkan kedua pemerintah kemungkinan tidak memiliki pemahaman atau gambaran lengkap mengenai ancaman yang akan terjadi.
“Dalam konteks khusus ini, tampaknya pihak China pun kemungkinan tidak memiliki informasi lengkap tersebut,” kata Khanal.
Ia menambahkan, banjir terjadi secara tiba-tiba dan turut memberikan dampak besar terhadap masyarakat di wilayah China. Kawasan perbatasan di kedua sisi juga mengalami kerusakan parah akibat bencana tersebut.
Pernyataan Khanal muncul setelah pemerintah China membantah tuduhan yang disebutnya beredar di media Nepal mengenai kegagalan Beijing memberikan peringatan kepada Kathmandu sebelum bencana.
Khanal menegaskan sejak bencana terjadi, otoritas China telah memberikan informasi dan data yang dibutuhkan Nepal.
Pernyataan tersebut menunjukkan kedua negara terus meningkatkan pertukaran informasi dan koordinasi dalam menangani dampak bencana yang melanda kawasan perbatasan Nepal-China.
Akbari Danico – Redaksi

