North Atlantic Treaty Organization (NATO) menyatakan siap menghadapi berbagai ancaman di tengah laporan bahwa Iran mempertimbangkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika Presiden Donald Trump kembali meningkatkan eskalasi konflik.
Seorang pejabat NATO menegaskan aliansi tersebut akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi seluruh negara anggotanya. NATO juga menyoroti kemampuan pertahanan udaranya yang pada awal 2026 berhasil mencegat rudal balistik dari Iran yang menuju Turki dalam empat kesempatan.
Menurut NATO, kemampuan pencegahan dan pertahanannya tetap kuat dan efektif. Pernyataan tersebut muncul setelah laporan mengenai kemungkinan Iran menargetkan sejumlah aset militer AS di Eropa Tenggara.
Berdasarkan laporan media, beberapa pangkalan militer disebut masuk dalam daftar target potensial, termasuk pangkalan udara Inggris di Siprus yang sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan drone. Bulgaria juga disebut berpotensi menjadi target setelah memberikan akses kepada AS ke Pangkalan Udara Bezmer untuk kebutuhan pengisian bahan bakar. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Iran-AS dapat meluas ke wilayah Eropa.
Laporan mengenai potensi serangan muncul setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran sedang mempertimbangkan perubahan menuju strategi ofensif berskala penuh dalam menghadapi konflik dengan AS. Ancaman tersebut juga muncul ketika perundingan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih mengalami kebuntuan.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global sehingga ketegangan di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak lebih luas. Situasi ini membuat negara-negara sekutu AS di Eropa meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan eskalasi.
NATO menegaskan bahwa perlindungan terhadap seluruh anggota tetap menjadi prioritas utama aliansi. Pengalaman menghadapi ancaman rudal sebelumnya menjadi salah satu dasar bagi NATO untuk mempertahankan kesiapan pertahanan udaranya.
Sementara itu, potensi perluasan target Iran ke wilayah Eropa menambah dimensi baru dalam konflik yang sudah berlangsung. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada arah kebijakan Washington, respons Teheran, dan hasil pembicaraan mengenai Selat Hormuz.
Alexander Jason – Redaksi

