Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) resmi membuka rangkaian Pemilihan Abang None Jakarta 2026 di The St. Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (13/8). Ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-54 ini diproyeksikan melahirkan generasi muda yang siap menjadi duta budaya sekaligus wajah Jakarta menuju peringatan lima abad Kota Jakarta pada 2027.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan, Pemilihan Abang None bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk melestarikan budaya Betawi sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu memperkenalkan Jakarta di tingkat internasional.
“Ajang ini lebih dari sekadar ajang kompetisi. Pemilihan Abang None adalah ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus menyiapkan generasi muda Jakarta yang unggul, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap identitas kotanya, khususnya kekayaan budaya Betawi,” ujarnya.
Sebanyak 36 finalis yang mewakili lima kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu akan menjalani berbagai tahapan pembinaan. Mereka dipersiapkan menjadi duta budaya dan penyampai informasi publik dalam menyambut peringatan 500 tahun Jakarta.
Menurutnya, para finalis perlu memahami sejarah, perkembangan, dan arah pembangunan Jakarta yang tengah bertransformasi menjadi kota global. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting saat memperkenalkan Jakarta kepada masyarakat dunia.
“Di situlah tugas kalian untuk memperkenalkan apa itu Jakarta. Dari nomor 74 sekarang Jakarta menjadi nomor 71 dari Global Cities Index. Saya yakin kita akan mencapai sekitar peringkat 65 kota global,” urainya.
Rano berharap para finalis dapat menjadi generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Jakarta.
“Semoga ajang ini melahirkan talenta muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap membawa kemajuan bagi terwujudnya Jakarta menjadi kota global yang inklusif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, proses seleksi tahun ini dirancang untuk menjaring pemuda yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi dan penampilan yang baik, tetapi juga memahami pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Tahun ini kami tidak hanya mencari sosok yang mampu menjadi wajah Jakarta, tetapi juga pemuda yang mampu menjadi penggerak, pencipta gagasan, dan terus mengembangkan Jakarta sebagai kota global,” jelasnya.
Andhika menjelaskan, penilaian terhadap 18 pasang finalis dilakukan oleh dewan juri lintas disiplin dengan sejumlah indikator, antara lain pengetahuan tentang Jakarta, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pola pikir global dan kreatif, serta kemampuan berkolaborasi dan menghadirkan solusi.
“Melalui kriteria tersebut, kami berharap Abang None Jakarta menjadi representasi generasi baru yang mampu membawa semangat Jakarta sebagai kota global,” pungkasnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

