National

Polri Kerahkan 10 Unit Satwa K9 SAR Berpengalaman ke Pulau Flores

Polri memperkuat pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengerahkan 10 anjing pelacak Search and Rescue (SAR) atau K9 dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa). Kesepuluh K9 diterbangkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo untuk mempercepat pengerahan kemampuan SAR. Mereka didampingi 21 personel Ditpolsatwa, termasuk pawang, tenaga veteriner, dan personel pelindung.

Pesawat tersebut juga membawa perlengkapan operasional serta bantuan logistik dengan total muatan sekitar 3,4 ton. Kesepuluh K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi, memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk menemukan korban yang tertimbun atau sulit terlihat secara visual. Beberapa di antaranya juga memiliki kemampuan mendeteksi aroma khas tubuh manusia yang telah meninggal dunia atau cadaver.

Kemampuan tersebut menjadi penting dalam pencarian di area reruntuhan, material longsoran, maupun lokasi yang sulit dijangkau. Tim K9 juga membawa pengalaman dari operasi pencarian korban bencana di Sumatera Utara pada Desember 2025.

Setelah tiba di Labuan Bajo, tim akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian. Wilayah yang menjadi perhatian awal meliputi Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur, meskipun tim dapat digeser ke daerah lain sesuai perkembangan situasi.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kecepatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana. Ia mengatakan Polri memahami kebutuhan masyarakat terdampak terhadap proses pencarian dan evakuasi, terutama untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.

Selain personel dan K9, pesawat membawa 10 kennel box, perlengkapan tim, pakan K9, obat-obatan, serta berbagai bantuan kemanusiaan. Muatan tersebut antara lain mencakup 45 dus makanan siap saji dan sekitar 409 kilogram obat-obatan bantuan.

Pembagian tim menjadi tiga regu memungkinkan kemampuan K9 dikerahkan secara fleksibel berdasarkan hasil asesmen di lapangan. Pengerahan ini menjadi bagian dari upaya Polri mempercepat pencarian korban dan memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...