Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan jiwa kepemimpinan bukan sesuatu yang bisa didapatkan begitu saja. Menurut dia, kemampuan memimpin harus ditempa melalui kesulitan, penderitaan, dan kerja keras.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Prabowo menilai seseorang yang tidak pernah mengalami kesulitan dan penderitaan akan sulit menjadi pemimpin. Menurut dia, berbagai hambatan dan rintangan justru berperan dalam membentuk karakter seseorang.
Selain ketangguhan, Prabowo menyebut keberanian sebagai salah satu sikap penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Namun, keberanian tersebut harus disertai kebijaksanaan.
Namun, keberanian mesti didukung dengan kebijaksanaan. Jika tidak, maka pemimpin tersebut bisa membahayakan orang-orang di sekitarnya. Prabowo pun bercerita soal dirinya yang sempat memimpin pasukan khusus TNI Angkatan Darat (AD).
Berdasarkan pengalaman tersebut, Prabowo menekankan pentingnya mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki ketangguhan dalam menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin ketat.
Ia berharap generasi penerus Indonesia tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan tidak terbiasa mengeluh dalam menghadapi tantangan. Bagi Prabowo, ketangguhan yang dibentuk melalui pengalaman dan kerja keras menjadi salah satu bekal penting bagi generasi Indonesia untuk menghadapi persaingan di masa depan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

