National

Prabowo Pastikan Pemerintah Selektif Ambil Utang, Utamakan Investasi dan Bunga Rendah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak ingin terlalu banyak mengandalkan pinjaman untuk membiayai pembangunan nasional. Pemerintah, kata dia, lebih membuka ruang bagi investasi dan hanya akan mengambil pinjaman apabila diperlukan dengan tingkat bunga serendah mungkin.

Prabowo juga mengungkapkan pemerintah menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) beberapa bulan lalu karena menilai Indonesia masih mampu membiayai pembangunan tanpa bantuan lembaga tersebut. Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan upaya pemerintah menjaga kemandirian pembiayaan nasional.

Selain mengurangi utang, pemerintah mengandalkan efisiensi anggaran untuk menyediakan ruang fiskal bagi pembangunan. Salah satu langkahnya dilakukan melalui restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan 290 perusahaan yang disebut telah ditutup karena tidak menguntungkan, berkinerja buruk, atau mengalami kerugian.

Langkah tersebut diklaim menghasilkan penghematan sekitar Rp50 triliun, sementara pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN ditutup hingga akhir 2026. Setelah restrukturisasi, jumlah BUMN diperkirakan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.

Prabowo berharap restrukturisasi tersebut dapat menghasilkan penghematan hingga Rp100 triliun, termasuk melalui pengurangan biaya overhead, gaji direksi, dan komisaris. Pemerintah juga mengklaim telah melakukan efisiensi di berbagai sektor dengan total penghematan anggaran yang mendekati Rp300 triliun setiap tahun.

Dana hasil efisiensi itu kemudian dialihkan untuk membiayai berbagai program yang ditujukan langsung kepada masyarakat. Menurut Prabowo, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi kemiskinan.

Prabowo mengatakan transformasi ekonomi pemerintah saat ini diarahkan untuk mengeluarkan sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dari kemiskinan. Ia mengaku telah menghitung kebutuhan anggaran secara cermat dan optimistis target tersebut dapat tercapai.

Menurutnya, hasil dari kebijakan efisiensi dan pengelolaan keuangan negara akan menjadi salah satu instrumen untuk mendukung program tersebut. Prabowo pun menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah mampu mengangkat jutaan masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...