Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi tidak boleh hanya berhenti pada pencapaian angka. Menurut dia, keduanya harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8).
“Tetapi saya tegaskan di Majelis ini: Bagi saya, pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan saya adalah kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Prabowo mengatakan Indonesia tetap mampu mencatatkan kinerja ekonomi yang positif di tengah ketidakpastian global. Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.010 triliun dan disebut telah menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Pada periode yang sama, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara tahunan. Namun, menurutnya, angka-angka tersebut bukanlah capaian akhir. Setiap rupiah investasi dan pertumbuhan ekonomi harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap Rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan. Setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan rakyat. Itulah orientasi Pemerintah yang saya pimpin,” jelas dia.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa pemerintah dapat mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut berkat kebijakan yang tepat. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin solid hingga akhir tahun.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” pungkasnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

