Presiden Prabowo Subianto merencanakan kunjungan kerja langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.
Namun, pemerintah masih mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan agar kunjungan Presiden tidak mengganggu proses evakuasi maupun penanganan tanggap darurat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa kehadiran seorang kepala negara membutuhkan kesiapan teknis dan sarana pendukung yang matang sehingga tidak boleh menghambat prioritas penyelamatan korban.
Prasetyo memastikan pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi di NTT. Laporan mengenai kondisi terkini disampaikan secara berkala setiap hari oleh jajaran menteri terkait, Kepala Basarnas, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Setiap laporan dari jajaran menteri terkait, Kepala Basarnas, hingga BNPB masuk secara berkala setiap hari. Pemerintah pusat juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas besarnya gelombang solidaritas dari berbagai pemerintah daerah yang sigap mengalirkan bantuan logistik ke NTT.
Berdasarkan data mutakhir BNPB per Selasa (18/8), jumlah pengungsi akibat gempa NTT kini menembus angka 40.040 jiwa. Di Manggarai Timur, tercatat ada 966 mengungsi di posko BPBD, tapi ada sekitar 14 ribu yang mengungsi mandiri. Total tercatat 15.465 jiwa yang mengungsi di sana. Di Manggarai Timur tercatat ada 25 orang tewas dan 442 orang luka berat serta 513 orang luka ringan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

