National

Prabowo Targetkan Karhutla Tuntas dalam Dua Pekan

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia dapat diselesaikan dalam satu hingga dua pekan.

Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan peralatan untuk memastikan bencana tersebut dapat segera dikendalikan. Prabowo mengatakan pemerintah telah mengerahkan kekuatan besar untuk mengendalikan karhutla, mulai dari puluhan helikopter, belasan pesawat, ratusan sumur bor, ratusan pompa air, hingga ribuan personel.

“Kita telah kerahkan kekuatan yang sangat besar. Kita telah menunjukkan negara kita kuat,” ujar Prabowo saat memberi sambutan pada groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp), di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Prabowo mengatakan pengerahan sumber daya dalam jumlah besar tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla. Menurutnya, seluruh unsur pemerintah telah bekerja secara terpadu, termasuk pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI-Polri, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Kehutanan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang berada di lapangan. Menurutnya, kerja seluruh unsur menjadi bagian penting dalam memastikan negara hadir ketika masyarakat menghadapi bencana.

“Saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan. Ini saya sampaikan pada kesempatan ini karena kita, walaupun kita menghadapi cobaan, walaupun kita hadapi rintangan, hambatan, kita kuat, kita mampu, kita buktikan terus,” katanya.

Prabowo kemudian mencontohkan penanganan bencana di Aceh yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat, bahkan di luar perkiraan banyak pihak. Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah juga tengah berusaha memberikan respons yang sangat cepat dan masif atas kejadian gempa.

“Di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” ucapnya.

Prabowo menegaskan kehadiran negara dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara. Sebagai presiden, ia menyatakan memegang mandat rakyat sekaligus bertugas menghimpun seluruh kekuatan negara untuk menghadapi berbagai tantangan.

Prabowo menambahkan, kekuatan negara pada dasarnya bersumber dari kemampuan mengelola seluruh aset dan kekayaan bangsa secara optimal. Pengelolaan tersebut, kata Prabowo, harus dilakukan dengan prinsip kejujuran, patriotisme, kecintaan terhadap tanah air dan rakyat, serta rasa tanggung jawab yang besar.

“Kekuatan negara ini intinya adalah semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa, harus dikelola dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...