Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengukuhkan Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8). Pengukuhan tersebut menandai tuntasnya penataan kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi agar selaras dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, nama yang digunakan adalah nama yang ada di undang-undang, sehingga secara hukum, baik Peraturan Gubernur maupun Keputusan Gubernur yang dikeluarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta, betul-betul mengacu pada undang-undang tersebut,” ujar Gubernur Pramono.
Dalam kepengurusan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dipercaya memimpin Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi. Penetapan tersebut melanjutkan keputusan Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi (MKB) yang digelar pada 21 Agustus 2026.
Dalam kongres tersebut, MKB mengubah nomenklatur organisasi menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) sebagai penyesuaian terhadap amanat UU Nomor 2 Tahun 2024. Fauzi Bowo juga ditetapkan sebagai Ketua Dewan Adat LAKB.
Pramono mengatakan penataan tersebut sekaligus mengakhiri persoalan kelembagaan adat Betawi yang telah berlangsung cukup lama. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Betawi secara lebih terarah.
“Alhamdulillah persoalan Lembaga Adat Betawi yang begitu lama tidak terselesaikan, sekarang sudah selesai. Dipimpin secara langsung oleh Pak Fauzi Bowo, beliau adalah tokoh Betawi dengan pengalaman panjang dan pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta,” ucapnya.
Pemprov DKI Jakarta akan menjadi mitra dalam pengembangan kebudayaan Betawi, terutama menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan buku tentang Betawi sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Jakarta.
“Sebagai Gubernur Jakarta tentunya kami akan menjadi mitra strategis untuk mengembangkan dan juga untuk berbicara tentang budaya Betawi ini ke depan. Dalam kesempatan ini saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, tahun depan 500 tahun Jakarta, saya dan jajaran Balai Kota sudah mempersiapkan buku tentang Betawi,” pungkas Gubernur Pramono.
Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada Pramono yang dinilainya telah mendampingi proses penataan kelembagaan di tengah keberagaman organisasi dan komunitas masyarakat Betawi.
“Ini patut kita syukuri dan saya juga ingin menyampaikan penghargaan terima kasih saya kepada semua pihak yang telah mendukung keberadaan dan terwujudnya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi,” ujar Fauzi Bowo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Pramono atas pendampingan selama proses penataan kelembagaan di tengah keberagaman organisasi dan masyarakat Betawi.
“Kita tahu ini bukan hal yang mudah, dinamika yang harus dialami bahkan selama periode Pak Gubernur Pramono Anung ini pun dinamikanya luar biasa. Saya juga menyampaikan penghargaan kami secara khusus kepada Pak Gubernur Pramono yang begitu sabar untuk membimbing kaum Betawi yang sangat heterogen ini mewujudkan lembaga adat dan kebudayaannya,” tutupnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

