Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi otomotif di kawasan, bukan sekadar pasar bagi produsen kendaraan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Gaikindo Indonesia International Automotive Conference (GIAC) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi basis produksi kendaraan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi pusat ekspor ke kawasan regional dan pasar global. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan memperkuat permintaan domestik, memperbaiki iklim investasi, serta memberikan dukungan fiskal yang lebih pasti bagi pelaku industri.
Purbaya menjelaskan bahwa pasar dalam negeri yang kuat menjadi kunci agar produsen otomotif terdorong meningkatkan investasi dan memperluas kapasitas produksi di Indonesia. Pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi agar daya beli masyarakat terus meningkat sehingga permintaan kendaraan ikut bertambah.
Ia menilai masih terdapat ruang pertumbuhan yang besar, mengingat penjualan mobil nasional saat ini berada di kisaran 800.000 unit per tahun, hampir setara dengan Malaysia, meskipun jumlah penduduk Indonesia sekitar lima kali lebih besar. Dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, industri otomotif diharapkan memperoleh kepastian pasar yang mampu menarik investasi baru.
Selain memperkuat pasar domestik, pemerintah juga berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif agar produsen kendaraan lebih mudah membangun dan mengembangkan fasilitas produksi di Indonesia. Purbaya menekankan bahwa investasi di sektor otomotif tidak cukup hanya membangun pabrik perakitan, tetapi juga harus menghadirkan industri pendukung seperti baja, elektronik, bahan kimia, logistik, hingga sektor keuangan.
Saat ini industri otomotif nasional menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 2,6 juta kendaraan per tahun, namun masih bergantung pada impor sejumlah bahan baku dan komponen. Oleh karena itu, pemerintah mendorong investor membangun rantai pasok yang lebih lengkap di dalam negeri agar nilai tambah industri semakin meningkat.
Pemerintah juga menjanjikan insentif yang lebih besar bagi investor yang turut membangun ekosistem industri otomotif secara menyeluruh di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas peluang ekspor kendaraan dan komponennya.
Di akhir pemaparannya, Purbaya menegaskan bahwa kendaraan masa depan yang lebih bersih, cerdas, dan efisien harus diproduksi di Indonesia. Ia memastikan pemerintah akan memberikan dukungan maksimal kepada produsen yang berkomitmen membangun fasilitas produksi dan memperkuat rantai industri di dalam negeri, sekaligus tetap memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Alexander Jason – Redaksi

