Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal meminta dukungan pemerintah asing untuk menyediakan fasilitas pendingin guna mengawetkan jenazah korban banjir setelah ratusan jenazah ditemukan di wilayah hilir pada Sabtu (29/8). Bantuan tersebut dibutuhkan karena Nepal memiliki kapasitas penyimpanan jenazah dalam kondisi beku yang sangat terbatas, sementara proses pencarian dan identifikasi keluarga korban masih berlangsung.
Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan sebanyak 626 jenazah telah ditemukan hingga Sabtu setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di negara tersebut. Pemerintah juga menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan jenazah, sementara proses pencarian dan identifikasi korban masih berlangsung.
Dalam konferensi pers, Khanal mengatakan ratusan jenazah telah ditemukan di wilayah hilir setelah bencana banjir melanda Nepal. Menurutnya, kondisi jenazah menjadi perhatian karena telah berada di dalam air dalam waktu yang lama sehingga berisiko mengalami proses pembusukan dengan cepat.
“Ada risiko pembusukan yang cepat karena jenazah-jenazah ini telah berada di dalam air dalam waktu yang lama,” kata Khanal.
Ia menjelaskan Nepal hanya memiliki kapasitas yang sangat terbatas untuk menyimpan jenazah dalam kondisi beku dalam jangka waktu panjang.
Kondisi tersebut membuat pemerintah Nepal mencari dukungan aktif dari pemerintah negara lain untuk membantu menyediakan solusi penyimpanan dan pengawetan jenazah.
Upaya itu diharapkan dapat memberikan waktu bagi pihak berwenang untuk menangani jenazah korban sekaligus membantu keluarga yang masih berusaha menemukan dan mengidentifikasi orang-orang terdekat mereka.
Akbari Danico – Redaksi

