Government National World

RI-Thailand Pererat Kemitraan di Bidang Pangan, Energi, Ekonomi Digital, dan Pendidikan

Indonesia dan Thailand sepakat memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, energi, ekonomi digital, konektivitas, hingga pendidikan. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).

Prabowo mengatakan, kedua negara melihat besarnya potensi kerja sama untuk menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi di bidang teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, dan penguatan rantai pasok.

“Kita juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan, mulai dari teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok,” kata Prabowo.

Di sektor energi, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen mempererat kolaborasi melalui penyelenggaraan Indonesia–Thailand Energy Forum. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.

Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital, termasuk mendorong pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) guna meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi. Prabowo juga menilai Indonesia dan Thailand memiliki peluang besar untuk saling melengkapi dalam pengembangan industri halal.

“Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai industri halal regional dan global,” ujar Prabowo.

Pada sektor konektivitas, Indonesia menyambut pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Phuket. Kehadiran rute baru tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antarmasyarakat, meningkatkan arus wisatawan, serta membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas.

Pertemuan bilateral tersebut juga menghasilkan kesepakatan penting berupa adopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030 sebagai pedoman bersama untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang dalam lima tahun ke depan.

“Pertemuan hari ini juga menghasilkan sejumlah capaian konkret, yaitu adopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan,” kata Prabowo.

Selain mengesahkan roadmap kemitraan strategis, Indonesia dan Thailand juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program kerja sama pendidikan antara kedua negara.

“Penandatanganan MoU di bidang pendidikan untuk mempererat kerja sama pengembangan sumber daya manusia kedua negara,” pungkas Prabowo.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...