Tim nasional voli putra Slovenia mencatatkan sejarah baru setelah berhasil meraih medali pertama mereka di ajang FIVB Volleyball Nations League (VNL) pada Minggu (2/8). Kepastian itu didapat usai mengalahkan Jepang dengan skor 3-1 dalam perebutan tempat ketiga, melalui set 25-21, 26-28, 25-22, 25-22.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Slovenia sukses mengamankan set pertama, namun Jepang mampu membalas pada set kedua yang berlangsung ketat hingga skor 28-26. Meski begitu, Slovenia kembali tampil solid pada dua set berikutnya untuk memastikan kemenangan sekaligus mengamankan posisi di podium.
Dua pemain menjadi motor utama kemenangan Slovenia, yakni Nik Mujanović dan Rok Možič. Mujanović tampil sebagai pencetak poin terbanyak dengan torehan 24 poin, yang terdiri dari 21 attack points, 2 block points, dan 1 service ace.
Sementara itu, Rok Možič juga memberikan kontribusi luar biasa dengan mengemas 23 poin, terdiri dari 21 attack points dan 2 service ace. Kombinasi keduanya menjadi senjata utama Slovenia dalam menembus pertahanan Jepang sepanjang pertandingan.
Selain mengandalkan performa dua bintangnya, Slovenia juga tampil disiplin dalam bertahan dan mampu menjaga konsistensi permainan pada momen-momen krusial. Setelah kehilangan set kedua, mereka tidak panik dan justru meningkatkan intensitas permainan untuk menguasai dua set berikutnya hingga memastikan kemenangan.
Bagi Jepang, kekalahan ini mengakhiri perjuangan mereka di VNL 2026 tanpa medali. Meski sempat memberikan perlawanan sengit dan memaksa pertandingan berlangsung ketat, mereka gagal menghentikan dominasi Slovenia yang tampil lebih efektif dalam penyelesaian akhir.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar Slovenia di ajang Volleyball Nations League. Untuk pertama kalinya sejak mengikuti kompetisi tersebut, mereka berhasil menembus podium dan membawa pulang medali, sebuah hasil yang menegaskan perkembangan pesat voli putra Slovenia di level internasional.
Medali bersejarah ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi generasi emas Slovenia yang kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru dalam persaingan voli putra dunia.
Aakbari Danico – Redaksi

