National

Soroti Mahalnya Harga Beras di NTT, Maba Undip Raih Beasiswa S-2 Rp1 Miliar ke Inggris

Keberanian menyuarakan aspirasi masyarakat kecil berbuah manis bagi Adriano Jeconia Padama atau Dede. Mahasiswa baru Program Studi S-1 Hubungan Internasional Universitas Diponegoro (Undip) itu mendapat beasiswa double degree untuk jenjang Magister (S-2) ke Inggris senilai lebih dari Rp1 miliar setelah menyampaikan keluhan mengenai mahalnya harga beras di kampung halamannya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kesempatan tersebut bermula ketika Dede menyampaikan keresahan masyarakat Alor mengenai mahalnya harga beras kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Aspirasi itu disampaikan dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Undip Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026).

Mendengar aspirasi jujur tersebut, Mentan Amran tak hanya merespons kata-kata, tetapi langsung mengajak Dede bergabung dalam rombongan kunjungan kerja Kementerian Pertanian selama empat hari di Alor untuk melihat langsung aksi nyata pemerintah di lapangan.

Sepulang dari perjalanan dinas bersama Mentan di Alor, kejutan lain menanti Dede di kampus. Rektor Undip, Prof. Suharmono, mengumumkan bahwa pihak universitas mengapresiasi tinggi kepedulian serta keberanian Dede membawa isu kemanusiaan ke hadapan pembuat kebijakan.

Sebagai penghargaan, Undip membiayai penuh studi lanjut Dede melalui skema double degree untuk jenjang Magister (S-2). Rektor menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan Dede selama satu tahun di Inggris yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar akan ditanggung sepenuhnya oleh Undip.

Dampak dari keberanian Dede menyampaikan aspirasi tidak berhenti pada ganjaran beasiswa semata. Kunjungan Mentan Amran bersama Dede ke Alor langsung memicu aksi cepat dari pemerintah pusat untuk mengintervensi lonjakan harga pangan.

Pemerintah segera menyalurkan Bantuan Pangan alokasi tiga bulan dan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Alor. Selain itu, pasokan dua gudang Bulog setempat dipastikan telah terisi penuh untuk menjaga stabilitas stok beras.

Guna menyelesaikan persoalan pertanian secara jangka panjang, pemerintah juga mengucurkan bantuan berupa traktor roda dua dan roda empat, 20 unit pompa air, pembangunan sumur bor irigasi, hingga penyaluran bibit unggul padi, kelapa, dan kakao untuk mendorong kemandirian ekonomi petani lokal di Alor.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...