Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan semakin kehilangan dukungan di tengah meningkatnya tekanan dari sejumlah pihak yang menginginkan dirinya mundur dari jabatan. Menurut laporan Martyn Ziegler, lawan-lawan politik Infantino, terutama dari UEFA dan Football Association (FA), terus memperkuat upaya mereka untuk memaksanya mengundurkan diri, bahkan sebelum pemilihan presiden FIFA berikutnya pada Maret 2027.
Dilansir dari Martyn Ziegler, salah satu skenario yang kini mulai dibahas adalah kemungkinan digelarnya pertemuan darurat FIFA Council. Pertemuan tersebut disebut berpotensi menjadi momen penting yang dapat menentukan masa depan Infantino apabila tekanan terhadapnya terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Meski berada dalam situasi yang tidak menguntungkan, Infantino dikabarkan belum menyerah mempertahankan posisinya. Presiden FIFA itu disebut tengah berupaya mengonsolidasikan kembali dukungan dari berbagai asosiasi anggota guna memperkuat posisinya menjelang proses pemilihan kembali pada 2027.
Laporan yang sama menyebut peluang Infantino untuk tetap bertahan masih terbuka. Namun, hal itu sangat bergantung pada kemampuannya meredam kekecewaan sejumlah asosiasi, khususnya dari kawasan Afrika, CONMEBOL, dan Oceania, yang belakangan disebut mulai mempertanyakan sejumlah kebijakan FIFA di bawah kepemimpinannya.
Konflik internal ini menjadi babak terbaru dari dinamika politik di tubuh FIFA yang dalam beberapa pekan terakhir terus memanas. Dengan tekanan yang semakin besar dari UEFA dan FA serta munculnya wacana pertemuan darurat FIFA Council, posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kini berada dalam sorotan, sementara perkembangan selanjutnya diperkirakan akan sangat menentukan arah kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

