Football Sports World

UEFA Rencanakan Rotasi Jabatan Presiden FIFA

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) di bawah kepemimpinan Aleksander Ceferin disebut tidak hanya berupaya menekan Presiden FIFA Gianni Infantino, tetapi juga mendorong reformasi sistem pemilihan Presiden FIFA. UEFA mengusulkan agar posisi tersebut diisi secara bergilir antar-konfederasi benua sehingga kepemimpinan sepak bola dunia tidak terlalu lama terpusat pada kawasan atau figur tertentu.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Perselisihan dengan Infantino sebelumnya mencuat terkait rencana komersialisasi dan penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta yang dinilai mengancam transparansi dan tata kelola FIFA.

Selain rotasi kepemimpinan, UEFA juga mendorong penguatan kontrol terhadap birokrasi dan administrasi di sekitar Presiden FIFA. Reformasi tersebut ditujukan untuk membatasi konsentrasi kewenangan di tangan seorang presiden serta mencegah keputusan besar diambil secara sepihak.

UEFA dan para pendukungnya menilai kebijakan komersial FIFA harus melibatkan asosiasi anggota secara lebih transparan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mereka memperketat mekanisme pengawasan dalam organisasi sepak bola dunia.

Di sisi lain, FIFA dan Infantino menolak desakan untuk mundur dan menegaskan bahwa pemilihan presiden harus tetap mengikuti Statuta FIFA serta mekanisme demokratis yang berlaku. Infantino masih berupaya mempertahankan dukungan menjelang Kongres Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.

Ia disebut masih mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan politik di tubuh FIFA berpotensi semakin tajam menjelang pemilihan.

Jika usulan UEFA mendapat dukungan yang lebih luas, sistem rotasi antar-konfederasi dapat mengubah pola distribusi kekuasaan dalam kepemimpinan FIFA. Namun, penerapan perubahan tersebut membutuhkan dukungan dari anggota dan konfederasi FIFA melalui mekanisme resmi organisasi.

Untuk saat ini, Infantino masih menghadapi tekanan dari aliansi UEFA, AFC, dan CONCACAF sambil mempertahankan basis dukungan dari konfederasi lainnya. Perkembangan tersebut akan menjadi salah satu isu utama yang mewarnai persiapan menuju pemilihan Presiden FIFA 2027.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...