UEFA menyatakan akan tetap melanjutkan boikot terhadap sejumlah kompetisi FIFA meski pertemuan FIFA di Rabat, Maroko, pada Jumat (8/8) menghasilkan dukungan dari sebagian pimpinan senior federasi terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. UEFA menilai posisi mereka belum berubah karena dua syarat utama yang sebelumnya diajukan belum sepenuhnya dipenuhi.
Sebelumnya, FIFA telah membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) dan Gianni Infantino juga menyampaikan permintaan maaf. Namun, langkah tersebut belum cukup untuk membuat UEFA mengakhiri sikap boikot yang telah mereka tetapkan terhadap kompetisi FIFA.
UEFA menegaskan terdapat dua tuntutan yang harus dipenuhi sebelum hubungan dengan FIFA dapat kembali membaik. Pertama, proposal terkait penjualan saham dalam kompetisi-kompetisi besar harus ditarik sepenuhnya.
Kedua, UEFA meminta adanya jaminan bahwa upaya serupa tidak akan kembali dilakukan pada masa mendatang. Bagi UEFA, jaminan tersebut penting untuk memastikan tidak ada lagi proposal yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan atau pengelolaan kompetisi besar secara sepihak.
Selain persoalan proposal tersebut, UEFA juga menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Sikap ini menunjukkan bahwa persoalan antara UEFA dan FIFA tidak hanya berkaitan dengan satu proposal, tetapi juga menyangkut hubungan dan kepercayaan terhadap kepemimpinan federasi sepak bola dunia.
Dengan posisi tersebut, UEFA belum memberikan tanda-tanda akan mengakhiri boikot dalam waktu dekat. FIFA masih perlu memenuhi tuntutan yang diajukan UEFA jika ingin membuka jalan menuju pemulihan hubungan antara kedua organisasi.
Akbari Danico – Redaksi

