National

Wamensos Tekankan Kontribusi Kampus dalam Pengentasan Kemiskinan

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat XI Universitas PGRI Ronggolawe di Tuban, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pendidikan dapat membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi karena kemiskinan juga berkaitan dengan akses terhadap kesehatan, gizi, keterampilan, modal, dan kesempatan kerja. Ia menilai Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Agus Jabo mendorong kampus memastikan ilmu pengetahuan dan penelitian memberikan dampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya menghasilkan publikasi atau memenuhi kepentingan akademik. Ia mengatakan keberhasilan perguruan tinggi juga perlu diukur dari peningkatan produktivitas petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat miskin.

Menurutnya, perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan Kementerian Sosial melalui pendampingan masyarakat, pelatihan, riset, dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Kolaborasi tersebut juga dapat melibatkan dunia usaha sebagai penyedia modal dan pasar serta pemerintah daerah yang memahami potensi wilayah.

Ia menegaskan bantuan sosial tetap diperlukan bagi masyarakat yang menghadapi krisis, tetapi tujuan akhirnya harus mendorong penerima menjadi mandiri. Karena itu, Kemensos mendorong pemberdayaan ekonomi melalui kewirausahaan, bantuan modal, pelatihan keterampilan, serta pendampingan mulai dari asesmen hingga pengembangan usaha dan evaluasi.

Perguruan tinggi juga diajak membangun gerakan Kampus Berdaya Menuju Masyarakat Mandiri melalui desa binaan, UMKM binaan, dan laboratorium kewirausahaan sosial. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.

Agus Jabo berharap perguruan tinggi dapat melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga produktif, kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap persoalan masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah, kampus, dunia usaha, dan masyarakat dapat membentuk ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi inovasi dan kegiatan produktif yang meningkatkan kesejahteraan. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat mandiri sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...