National

24 Hari Pascagempa NTT, Listrik hingga Layanan Kesehatan Kembali Berfungsi

Kondisi infrastruktur serta pelayanan kesehatan dan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut berbagai kebutuhan dasar masyarakat kini secara umum telah kembali berfungsi setelah 24 hari masa tanggap darurat.

Kepala BNPB, Suharyanto, menyampaikan perkembangan tersebut dalam Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Jakarta, Senin (7/9). Menurutnya, pemulihan yang berlangsung cukup lancar merupakan hasil dari penanganan cepat pemerintah di sejumlah wilayah terdampak.

“Jadi kebutuhan dasar masyarakat, listrik, komunikasi, BBM, air bersih, jalur transportasi, kesehatan, pendidikan juga ini secara umum sudah fungsional,” jelas Suharyanto.

Pada sektor kesehatan, seluruh layanan poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo telah kembali beroperasi normal. Puskesmas juga telah memberikan layanan perawatan seperti biasa dengan dukungan tenda darurat yang didirikan di area depan fasilitas kesehatan.

Rumah sakit lapangan hingga kini masih tetap beroperasi untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, seiring dengan kembali normalnya fasilitas kesehatan di darat, Kapal Rumah Sakit TNI AL KRI dr. Soeharso-990 telah dikembalikan ke pangkalannya.

“Kapal rumah sakit dari TNI AL itu sudah kembali ke pangkalannya masing-masing karena pelayanan kesehatan sudah bisa ditangani melalui fasilitas kesehatan yang ada di darat,” ujarnya.

Pemulihan juga berlangsung pada sektor pendidikan. Suharyanto mengatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak telah kembali berjalan, termasuk bagi siswa yang gedung sekolahnya mengalami kerusakan berat.

Pemerintah membangun tenda-tenda darurat untuk digunakan sebagai ruang belajar sementara. Para siswa dan guru juga mendapatkan layanan psikososial serta trauma healing untuk membantu mengatasi dampak psikologis pascabencana, seperti kecemasan, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.

Sementara itu, BNPB menyebut infrastruktur dasar di wilayah terdampak telah pulih sepenuhnya. Pada sektor kelistrikan, jaringan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Timur dan Flores Barat tercatat telah pulih 100 persen.

Sebanyak 3.478 gardu distribusi telah kembali beroperasi sehingga layanan listrik untuk 566.797 pelanggan dapat dipulihkan. Layanan telekomunikasi juga kembali normal setelah seluruh base transceiver station (BTS) yang terdampak berhasil dipulihkan.

Selain itu, layanan fixed broadband bagi 17.062 pelanggan IndiHome telah kembali berfungsi. Pemulihan juga terjadi pada jaringan transportasi, dengan jalan nasional hingga tingkat kabupaten telah kembali normal, sementara jalan di tingkat kecamatan dan desa sudah dapat digunakan secara fungsional.

Meski kondisi NTT terus membaik, BNPB masih mendampingi pemerintah kabupaten dan kota dalam menyelesaikan penanganan masa tanggap darurat serta mempersiapkan tahapan pemulihan berikutnya.

Personel pemerintah pusat dari unsur kementerian dan lembaga, TNI, serta Polri juga masih ditempatkan di wilayah terdampak. Namun, sebagian besar personel telah meninggalkan Pulau Flores seiring dengan membaiknya kondisi pascagempa.

“Jadi personel kami masih ada di sana, personel pusat dari Mabes TNI dan Mabes Polri ini juga masih ada di sana,” pungkas Suharyanto.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...