National

Amran Ungkap Dugaan Mafia di Balik Kelangkaan Beras Premium di Ritel

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyatakan adanya dugaan keterlibatan mafia beras di balik kelangkaan beras premium di sejumlah jaringan ritel modern. Amran menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan ketersediaan beras nasional yang disebut masih melimpah.

Ia juga membandingkan situasi tersebut dengan pasar tradisional yang dinilai masih memiliki pasokan dan harga relatif stabil. Pemerintah melihat kondisi itu sebagai indikasi adanya persoalan dalam rantai distribusi beras.

Amran menduga sejumlah oknum sengaja memainkan pasokan beras di tingkat ritel untuk mendorong kenaikan harga dan memperoleh keuntungan. Ia menyebut pemerintah menemukan dugaan praktik kecurangan dalam tata niaga beras, termasuk perbedaan besar antara harga yang seharusnya dan harga yang dibayarkan konsumen.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah beras yang semestinya berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram tetapi disebut dapat dijual hingga Rp57 ribu per kilogram. Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi meningkatkan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Pemerintah memperkirakan praktik manipulasi harga dan dugaan penipuan tata niaga tersebut telah merugikan hak masyarakat hingga Rp89 triliun. Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan pelaku usaha memanfaatkan persoalan distribusi untuk mempermainkan pasokan kebutuhan pokok. Pengawasan terhadap rantai perdagangan beras akan diperkuat untuk menelusuri pihak yang diduga melakukan pelanggaran. Pemerintah juga menargetkan perbaikan sistem distribusi agar perbedaan harga dan pasokan yang tidak wajar dapat diminimalkan.

Bagi pelaku usaha atau spekulan yang terbukti melakukan pelanggaran, pemerintah menyiapkan sejumlah sanksi. Sanksi tersebut mencakup moratorium operasi, pencabutan izin usaha, hingga proses pidana sesuai ketentuan hukum.

Penegakan aturan diarahkan untuk memastikan distribusi beras berlangsung secara transparan dan tidak merugikan konsumen. Pemerintah berharap pembenahan seluruh rantai distribusi dapat menjaga ketersediaan beras sekaligus membuat harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...