World

AS Tak Kecam Sanksi Inggris terhadap Israel di Tepi Barat

Amerika Serikat tidak mengecam secara terbuka keputusan Inggris dan sejumlah negara lainnya untuk menjatuhkan sanksi terhadap permukiman Israel serta pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Namun, Washington menegaskan tidak akan mengikuti langkah yang diambil Inggris.

Sikap tersebut menjadi sorotan karena pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama ini dikenal memberikan dukungan kuat terhadap Israel. Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga belum mengutuk keputusan Inggris, Prancis, Kanada, dan sejumlah negara lainnya terkait sanksi tersebut.

Dilansir dari CNN, sikap Trump terhadap sanksi itu masih belum jelas. Namun, ketika ditanya mengenai kebijakan tersebut pada Rabu, Trump memberikan respons yang berbeda dari biasanya. Ia mengatakan akan berbicara dengan Israel dan ingin mengetahui alasan negara-negara tersebut menjatuhkan sanksi.

“Saya mengerti persis apa yang sedang terjadi, tetapi saya ingin mencari tahu mengapa hal itu tiba-tiba terjadi?” ujar Trump.

Inggris sebelumnya telah memberikan informasi kepada pemerintah AS sebelum mengumumkan sanksi tersebut. Informasi itu disampaikan antara lain melalui pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Trump.

Sementara itu, Rubio juga tidak mengecam sanksi yang diberlakukan negara-negara tersebut. Ia justru menyampaikan kekhawatiran AS terhadap situasi di Tepi Barat.

“Kami tidak ingin melihat hal-hal yang dapat menggoyahkan stabilitas terjadi di Tepi Barat saat ini, mengingat begitu banyak hal yang terjadi di wilayah tersebut,” kata Rubio kepada wartawan pada Selasa.

Menurut Rubio, situasi di Tepi Barat juga dapat memengaruhi upaya Amerika Serikat untuk mencapai kemajuan dalam penyelesaian konflik Gaza.

“Kami pikir hal itu juga berdampak pada kemampuan kami untuk mencapai kemajuan terkait Gaza dan rencana 20 poin serta Dewan Perdamaian yang sangat kami dukung,” ujarnya.

Meski tidak mengecam sanksi tersebut, Rubio menegaskan Amerika Serikat tidak akan mengikuti langkah Inggris.

“Jelas, kami tidak akan melakukan apa yang dilakukan Inggris,” kata Rubio.

Rubio mengakui pemerintah AS telah menerima informasi mengenai keputusan Inggris dan mendengar alasan di balik kebijakan tersebut.

Sikap Trump dan Rubio tersebut berbeda dengan pernyataan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee. Sebelumnya, Huckabee menuduh pemerintah Inggris melakukan “kebencian terhadap Yahudi” terkait kebijakan tersebut.

Huckabee juga memperingatkan bahwa keputusan Inggris dapat berdampak besar terhadap sejumlah perusahaan Inggris. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pernyataan tersebut tidak dikoordinasikan dengan Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri AS.

Di sisi lain, pemerintahan Trump juga belum secara terbuka mengecam rencana Israel mengembangkan proyek permukiman E1. Proyek tersebut dinilai dapat membagi Tepi Barat menjadi wilayah utara dan selatan serta semakin menyulitkan terbentuknya negara Palestina yang berkesinambungan.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mendukung perluasan permukiman tersebut. Ia bahkan mengatakan pembangunan permukiman merupakan cara untuk menghapus gagasan negara Palestina dari meja perundingan.

Sementara itu, mantan Duta Besar AS untuk Israel Daniel Shapiro menilai Trump memiliki pengaruh terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendorong perubahan kebijakan Israel di Tepi Barat.

Menurut Shapiro, Trump dapat menggunakan isu kekerasan pemukim untuk menekan Netanyahu, terutama karena Netanyahu membutuhkan dukungan Trump menjelang pemilihan umum Israel.

Meski demikian, seorang mantan pejabat senior AS lainnya meragukan Netanyahu dapat mengendalikan para pemukim sebelum pemilihan. Ia menyebut sanksi yang direncanakan negara-negara Barat sebagai “tembakan peringatan”.

Hingga kini, Amerika Serikat belum mengambil langkah untuk menjatuhkan sanksi serupa terhadap Israel. Sikap Washington menunjukkan bahwa meskipun pemerintah AS menyampaikan kekhawatiran mengenai situasi di Tepi Barat, AS tidak berencana mengikuti kebijakan Inggris terkait sanksi tersebut.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...