Jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang yang melanda kawasan perbatasan Nepal-China mencapai sedikitnya 1.326 orang hingga Jumat (4/9). Angka tersebut merupakan akumulasi korban meninggal di Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari otoritas kedua negara, sebanyak 1.295 orang meninggal dunia di Nepal dan 31 orang lainnya tewas di Tibet. Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan ribuan orang yang belum diketahui keberadaannya.
Dilansir dari CNN, tim darurat khusus terus melakukan penggalian untuk mencari korban selamat di Nepal. Pada saat yang sama, otoritas di Tibet juga melanjutkan pemantauan dan operasi pencarian di wilayah yang terdampak.
Media pemerintah China melaporkan hingga pukul 18.00 waktu setempat pada Jumat, sedikitnya 31 orang telah meninggal dunia di Daerah Otonom Tibet.
Kantor berita pemerintah China, Xinhua, menyebut 531 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya di wilayah tersebut.
Sementara itu, kepolisian Nepal sebelumnya pada Jumat melaporkan jumlah korban meninggal dunia di negara itu telah mencapai sedikitnya 1.295 orang.
Dengan demikian, berdasarkan penghitungan dari data terbaru Nepal dan China, jumlah korban tewas di kedua sisi perbatasan mencapai sedikitnya 1.326 orang. Sementara jumlah orang yang masih hilang mencapai 5.429 orang, terdiri dari 4.898 orang di Nepal dan 531 orang di Tibet.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di kedua sisi perbatasan, dengan ratusan orang di Tibet masih belum diketahui keberadaannya dan tim khusus di Nepal terus melakukan pencarian terhadap korban banjir.
Akbari Danico – Redaksi

