Sejumlah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, terpaksa meninggalkan rumah setelah banjir merendam permukiman mereka. Hingga Minggu (27/9), tercatat 14 warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Utara mencatat lima kepala keluarga mengungsi di SMP Negeri 3 Tukka. Sebagian warga lainnya masih memilih bertahan di rumah sambil menunggu genangan berangsur surut.
Banjir turut menghambat mobilitas masyarakat. Di Kecamatan Tukka, misalnya, air dilaporkan mencapai dada orang dewasa sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melewati jalan yang terdampak.
Kondisi serupa terjadi di sejumlah wilayah lain. Genangan di Kecamatan Kolang mencapai lutut orang dewasa, sedangkan di Kecamatan Sarudik, Badiri, dan Pinangsori air masuk ke kawasan permukiman dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
Di Kecamatan Pandan, banjir membuat kendaraan warga terhambat. Sementara di Kecamatan Tapian Nauli, luapan Sungai Mela I dan Mela II menyebabkan air masuk ke area permukiman.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapteng pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan deras menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir di dua desa serta delapan kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan.
Ketujuh kecamatan yang terdampak yakni Tukka, Kolang, Pandan, Tapian Nauli, Sarudik, Badiri, dan Pinangsori.
Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir. BPBD Sumut bersama BPBD Tapteng masih melakukan pemantauan di wilayah terdampak.
Petugas juga disiagakan di sejumlah titik untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Koordinasi antarpihak terus dilakukan untuk menentukan penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

