Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Besaran bantuan ditetapkan berdasarkan tingkat kerusakan rumah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penetapan nominal bantuan dilakukan agar warga terdampak dapat segera memperbaiki tempat tinggal mereka.
“Pemerintah menetapkan besaran bantuan stimulan untuk perbaikan rumah warga. Bagi rumah yang mengalami kerusakan ringan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta, kerusakan sedang sebesar Rp30 juta, dan kerusakan berat dialokasikan sebesar Rp70 juta,” ujar Berton, Senin (28/9/2026).
Nilai bantuan untuk rumah rusak berat meningkat dari alokasi awal Rp60 juta menjadi Rp70 juta. Penyesuaian tersebut diputuskan setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau kondisi warga terdampak dan posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo.
Untuk rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah akan membangunkan hunian baru dengan nilai alokasi Rp70 juta. Sementara itu, warga dengan rumah rusak ringan dan sedang akan menerima dana bantuan secara langsung melalui rekening untuk digunakan dalam proses perbaikan.
Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk membantu keluarga yang kehilangan tempat tinggal memenuhi kebutuhan sewa hunian sementara.
BNPB sebelumnya telah menyiapkan skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah. Pada tahap awal, bantuan untuk rumah rusak ringan ditetapkan Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta, sedangkan warga dengan rumah rusak berat disiapkan untuk memperoleh hunian tetap setelah proses pendataan dan verifikasi selesai.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, BNPB menerapkan verifikasi data berbasis by name by address dengan pendampingan Badan Pusat Statistik (BPS). Masyarakat juga diminta ikut mengawasi penyaluran bantuan dan melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. BNPB mencatat gempa tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Flores dan menyebabkan kerusakan bangunan serta warga mengungsi. Pendataan dan verifikasi dampak bencana terus dilakukan pemerintah sebagai dasar penanganan pemulihan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

