Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan anggaran Rp126,24 miliar untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di tiga provinsi di Sumatera pada 2027.
Alokasi tersebut ditujukan untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor pada 2025.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengatakan pemerintah telah menyetujui anggaran BNPB untuk 2027 sebesar Rp1,129 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp126.246.492.000 dialokasikan untuk mendukung percepatan rehab-rekon di tiga provinsi tersebut.
“Di 2027 kami dapat pendukung percepatan rehab-rekon di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat senilai Rp 126.246.492.000 sehingga total anggaran tahun 2027 senilai Rp 1.129.316.809.000,” ujar Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam konferensi pers daring, Selasa (9/8/2026).
Selain alokasi anggaran untuk rehab-rekon, BNPB juga telah memperoleh anggaran sebesar Rp 1,003 triliun untuk kegiatan pada 2027.
Sementara itu, BNPB juga tengah mengusulkan tambahan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Kementerian Keuangan untuk mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai daerah pada 2026.
“Di tahun 2026 ini sedang berproses usulan penambahan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Kementerian Keuangan. Mungkin dalam waktu yang dekat ini kami mengusulkan sekitar Rp 5.676.326.378.193,” kata Rustian.
Selain itu, BNPB juga mendapatkan tambahan dukungan anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian rusak berat.
“Diberikan anggaran dukungan senilai 26.886.951.000 sehingga total anggaran BNPB senilai 1.082.021.204.000 rupiah,” imbuhnya.
BNPB juga telah menerima Dana Siap Pakai sebesar Rp4.626.112.811.000 pada 2026 untuk penanganan kebencanaan. Dengan kebutuhan penanganan bencana yang masih berlangsung, BNPB mengajukan tambahan DSP sekitar Rp5,67 triliun kepada Kementerian Keuangan.
Dengan demikian, fokus anggaran BNPB pada 2027 tidak hanya mencakup kegiatan rutin, tetapi juga percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

