Perum Bulog terus memperkuat langkah stabilisasi harga beras dengan menyalurkan pasokan secara langsung ke pasar rakyat dan jaringan ritel. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Jajaran Bulog di seluruh wilayah dan cabang diterjunkan ke lapangan untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok. Selain melakukan pemantauan, petugas juga memastikan pasokan dapat segera ditambah apabila terdapat kebutuhan di masing-masing wilayah.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.), Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan Bulog akan terus memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau dan sesuai ketentuan pemerintah.
Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,9 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu modal utama Bulog dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus melakukan intervensi pasar ketika diperlukan.
Rizal sebelumnya menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog secara nasional mencapai 4,9 juta ton hingga 1 September 2026. Bulog juga memastikan distribusi beras terus didorong ke berbagai titik penyaluran sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah.
Penguatan distribusi juga dilakukan melalui jaringan ritel modern. Pada awal Agustus, Bulog menginstruksikan jajarannya untuk menggelontorkan beras premium dari gudang ke berbagai jaringan penjualan guna memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.
Beras premium produksi Bulog, di antaranya merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos, dipastikan tersedia dengan harga sesuai HET. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga yang ditetapkan mencapai Rp14.900 per kilogram atau Rp74.500 untuk kemasan lima kilogram.
Sementara untuk beras SPHP, Bulog menyalurkan beras melalui berbagai kanal, mulai dari pengecer di pasar rakyat, ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga Gerakan Pangan Murah (GPM). Penyaluran tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Dengan stok yang relatif kuat dan jaringan distribusi yang luas, Bulog terus memperkuat intervensi pasar untuk menjaga pasokan beras tetap tersedia sekaligus memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

