National

CKG Tembus 73,8 Juta Peserta, Kemenkes Kejar Target 130 Juta pada 2026

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di tengah masyarakat. Program yang mulai berjalan pada 10 Februari 2025 itu kini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak hanya memperluas akses pemeriksaan, tetapi juga memperkuat tindak lanjut terhadap hasil skrining. Fokus tersebut mencakup edukasi, pengobatan, pemantauan, hingga rujukan bagi masyarakat yang ditemukan memiliki masalah kesehatan.

Kemenkes mencatat, hingga 31 Juli 2026 sebanyak 73,8 juta penduduk telah mengikuti CKG. Jumlah tersebut melampaui total peserta sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 70 juta orang.

Pada 2026, pemerintah menargetkan CKG dapat menjangkau 130 juta penduduk. Layanan tersebut diperluas melalui puskesmas, sekolah, dan kegiatan berbasis komunitas sehingga masyarakat dari berbagai kelompok usia dapat mengakses pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Penguatan program juga diarahkan pada penanganan sejumlah faktor risiko penyakit tidak menular, terutama hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Hasil pemeriksaan tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan sesuai kondisi masing-masing peserta.

Kemenkes menyebut CKG dirancang untuk mengidentifikasi faktor risiko, mendeteksi kondisi pra-penyakit maupun penyakit sejak dini, serta memberikan penanganan awal guna mencegah komplikasi. Pemanfaatan sistem digital melalui ekosistem SATUSEHAT juga mendukung proses pencatatan dan pemantauan hasil pemeriksaan.

Dengan capaian 73,8 juta peserta hingga akhir Juli 2026, pemerintah masih mengejar tambahan sekitar 56,2 juta peserta untuk mencapai target 130 juta orang hingga akhir tahun.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...